Arah Baru Pembinaan: Lapas Muaradua–Kemenag OKU Selatan Sepakat Hadirkan Program Pesantren bagi Warga Binaan

Berita, OKU Selatan407 Dilihat

Oku Selatan, Narasipublik.news – Upaya meningkatkan kualitas pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muaradua kembali diperkuat. Selasa (25/11), Lapas Muaradua resmi meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten OKU Selatan terkait pelaksanaan program pembinaan kerohanian berbasis pesantren bagi warga binaan. Penandatanganan berlangsung di Aula Lapas Muaradua dan dihadiri jajaran pimpinan kedua institusi.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pembinaan spiritual yang lebih terarah. Melalui program pesantren tersebut, warga binaan akan mendapatkan pengajaran tahsin, tahfidz Al-Qur’an, hingga peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an (BTQ).

Menariknya, Lapas Muaradua juga menggandeng Yayasan Pondok Pesantren Darul Huda. Wakil Ketua yayasan, Bahrul Ma’Arif, turut hadir dan menyampaikan komitmen pihak pesantren dalam mendukung penuh kegiatan keagamaan di dalam lapas.

Kepala Lapas Muaradua, Hero Sulistiyono, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting untuk membangun sistem pembinaan yang lebih berkualitas dan berbasis nilai-nilai keagamaan.

“Pembinaan kerohanian tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian warga binaan. Dengan dukungan Kemenag OKU Selatan, kami yakin program pesantren di Lapas Muaradua akan berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag OKU Selatan, Dr. H. Karep, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Kemenag siap mengerahkan penyuluh agama, guru mengaji, hingga tenaga pendidik yang kompeten untuk mendukung pembinaan keagamaan bagi warga binaan.

“Kami berkomitmen memberikan tenaga pendidik dan materi pembelajaran sesuai standar pesantren. Harapan kami, MoU ini mampu menghadirkan perubahan nyata bagi warga binaan, terutama dalam peningkatan kualitas ibadah dan pembentukan karakter,” ungkapnya.

Penandatanganan MoU ini menegaskan komitmen Lapas Muaradua dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada ketaatan hukum, tetapi juga membangun fondasi spiritual dan moral. Program pesantren ini diharapkan menjadi ruang baru bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.(Aan)

Komentar