Bupati Askolani Ikuti Rakor Inflasi Nasional, Kemendagri Soroti Kenaikan Harga Cabai Merah

Penulis : Andi Salani

Banyuasin22 Dilihat

Pangkalan Balai, Narasipublik.news— Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI secara virtual dari Ruang Rapat Kantor Bupati Banyuasin, Senin (11/5/2026).

Rakor yang diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Komjen Pol. Tomsi Tohir Balaw, M.Si. Selain membahas perkembangan inflasi nasional, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi yang dipaparkan Ketua KPK, Setyo Budiyanto.

Dalam paparannya, Tomsi Tohir menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta daya beli masyarakat. Berbagai langkah strategis terus didorong agar inflasi tetap terkendali, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) hingga 8 Mei 2026, tercatat sebanyak 15 provinsi mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dibandingkan bulan sebelumnya. Namun demikian, sejumlah komoditas masih menjadi penyumbang utama kenaikan harga, di antaranya cabai merah, minyak goreng, dan bawang merah.

Secara nasional, harga cabai merah tercatat mengalami kenaikan sebesar 5,72 persen dibandingkan April 2026. Kenaikan tersebut terjadi di 242 kabupaten/kota di Indonesia dan menjadi salah satu perhatian utama dalam rakor pengendalian inflasi kali ini.

Melalui rakor tersebut, pemerintah pusat dan daerah berupaya memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan harga pangan, merumuskan langkah konkret pengendalian inflasi, serta menjaga ketersediaan dan keterjangkauan komoditas strategis di tengah masyarakat.

Bupati Askolani menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin akan terus melakukan pemantauan dan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah, sehingga inflasi tetap terkendali dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga.(AS)

Komentar