Oku Selatan,Narasipublik.news-– Ketidakpuasan terhadap buruknya pelayanan listrik akhirnya memuncak. Puluhan kepala desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemuda dari Kecamatan Simpang, Kabupaten OKU Selatan, melakukan audiensi resmi dengan Bupati OKU Selatan, Abusama, SH, Kamis (03/07/2025), guna menyampaikan langsung keluhan terhadap kinerja PLN ULP Muaradua.
Audiensi yang digelar di aula Pemkab tersebut berlangsung tegang namun tertib. Perwakilan warga menyuarakan keresahan atas pemadaman listrik yang terus berulang tanpa kejelasan jadwal maupun solusi jangka panjang.
Camat Simpang, Mashur Darori, S.Sos, membuka penyampaian dengan menegaskan bahwa masyarakat dan pelaku usaha di wilayahnya sangat terpukul oleh ketidakstabilan listrik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
“Di Kecamatan Simpang, pemadaman terjadi nyaris setiap hari. Waktunya tidak menentu bisa pagi, siang, malam. Bahkan dalam satu hari bisa lebih dari sekali. Ini menyebabkan peralatan elektronik rusak, aktivitas usaha terganggu, dan masyarakat benar-benar dirugikan,” kata Mashur.
Ia menambahkan, kondisi ini bukan hanya menghambat produktivitas, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap pelayanan dasar negara.
Hal senada disampaikan Adi Gautama, Kepala Desa Karang Agung. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah pernah mencoba mengajukan permohonan audiensi dengan pihak PLN secara langsung, namun tak pernah mendapatkan respons.
“Permintaan resmi kami untuk berdialog dengan PLN tidak digubris. Hari ini kami datang ke sini agar difasilitasi oleh pemerintah daerah, supaya suara masyarakat bisa benar-benar sampai ke telinga yang seharusnya mendengar,” ucap Adi.
Sorotan tajam juga datang dari perwakilan pemuda Simpang, Andi Noprizal, yang menilai pelayanan PLN sudah sangat jauh dari standar yang layak.
“Ini sudah bukan sekadar keluhan ringan. Ini kondisi yang sangat menyiksa. Aktivitas warga lumpuh, usaha kecil merugi, anak-anak kesulitan belajar karena listrik padam terus. Kita bukan konsumen kelas dua yang bisa diperlakukan seenaknya,” ujarnya lantang.
Kritik paling keras datang dari Kepala Desa Simpangan, Erham Ahadi, yang menyebut PLN tidak peka terhadap penderitaan masyarakat.
“Kami ini pelanggan resmi, bayar listrik setiap bulan. Tapi yang kami terima malah kerugian terus menerus. Kami punya hak atas pelayanan yang layak. Kalau PLN tak mampu atasi ini, kami minta manajernya diganti saja!” tegas Erham yang mendapat tepuk tangan dari peserta audiensi.
Menanggapi gelombang keluhan tersebut, Manajer PLN ULP Muaradua, Ucok Darmawan, mencoba memberikan klarifikasi. Ia menyebut bahwa gangguan yang terjadi di Kecamatan Simpang banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan, seperti pohon yang menyentuh jaringan listrik dan kontur tanah yang tidak stabil.
“Gangguan terbanyak berasal dari tanam tumbuh dan unsur tanah. Wilayah Simpang memang rawan gangguan. Kami juga kekurangan petugas teknis untuk menjangkau titik-titik rawan secara cepat,” ujar Ucok.
Penjelasan tersebut tak cukup untuk meredam kekecewaan peserta audiensi. Bupati OKU Selatan, Abusama, SH, yang memimpin langsung jalannya pertemuan, memberikan peringatan keras kepada pihak PLN agar tidak terus menyalahkan faktor teknis.
“Warga datang jauh-jauh bukan untuk mendengar alasan. Mereka butuh solusi nyata. Kalau memang ada kendala di lapangan, komunikasikan dengan kami, jangan sembunyi. Saya tidak ingin mendengar keluhan yang sama berulang kali,” tegas Bupati.
Ia menekankan bahwa pelayanan listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat dan sudah seharusnya menjadi prioritas utama.
“PLN harus bekerja cepat dan transparan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang sepenuhnya hanya karena pelayanan yang terus buruk,” pungkasnya.
Audiensi ditutup dengan komitmen dari pihak PLN untuk segera melakukan evaluasi teknis dan membentuk tim respons cepat yang akan fokus pada penanganan wilayah Simpang. Pemerintah Kabupaten OKU Selatan juga akan memantau langsung tindak lanjut dari pertemuan ini.(Aan)














Komentar