OKU Selatan, Narasipublik.news – Alih-alih menyejahterakan masyarakat, Program Ketahanan Pangan Desa Tanjung Baru, Kecamatan Buay Pemaca, justru menimbulkan tanda tanya besar. Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024 dan 2025 yang digelontorkan untuk ketahanan pangan diduga kuat dimainkan dalam bentuk mark-up anggaran pengadaan kambing dan bibit jagung.
Kabar dugaan penyimpangan itu kini jadi perbincangan hangat warga. Mereka menilai pemerintah desa tidak transparan, bahkan cenderung mencari keuntungan pribadi.
“Coba bayangkan, tahun 2024 Kepala Desa Melhan anggarkan Rp3 juta untuk satu ekor anak kambing. Padahal di pasar paling mahal cuma Rp800 ribu. Lalu dikalikan 25 ekor, berapa keuntungan yang bisa mereka ambil? Itu jelas-jelas akal-akalan!” ujar salah seorang tokoh masyarakat dengan nada geram.
Tak berhenti di situ, anggaran bibit jagung juga ikut disorot. Pemerintah desa disebut menganggarkan Rp170 ribu untuk 1 kilogram bibit jagung dengan kuota mencapai 152,1 kilogram. Padahal harga normalnya hanya sekitar Rp150 ribu per kilogram.
“Ini kan keterlaluan. Harga bibit jagung saja dimark-up. Apa mereka pikir masyarakat tidak tahu harga pasar? Tahun 2025 pun anggarannya masih sama, artinya ini sudah jadi pola yang sengaja dimainkan,” sambungnya.
Warga mengaku kecewa dengan kondisi ini. Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, justru diduga diselewengkan.
“Kami bukan sapi perahan! Dana Desa itu hak masyarakat, bukan untuk memperkaya segelintir orang. Kalau dibiarkan, desa ini tidak akan pernah maju,” cetus seorang warga lainnya dengan suara meninggi.
Melihat banyaknya dugaan kejanggalan, warga Desa Tanjung Baru mendesak aparat penegak hukum (APH) turun tangan. Mereka menuntut Kejaksaan Negeri OKU Selatan dan pihak Kepolisian mengusut tuntas persoalan ini.
“Kami ingin aparat hukum segera bergerak. Jangan tunggu sampai masalah semakin besar. Siapapun yang terlibat harus bertanggung jawab, supaya desa kami bersih dari praktik KKN. Kami hanya minta keadilan dan transparansi,” tegas warga dengan penuh harap.(AP)















Komentar