OKU Selatan, Narasipublik.news – Untuk menjaga kestabilan harga serta memastikan ketersediaan beras tetap aman bagi masyarakat, jajaran Satreskrim Polres OKU Selatan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pedagang beras di kawasan Pasar Muaradua, Selasa (26/8/2025).
Sidak gabungan ini melibatkan Unit Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres OKU Selatan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Koperindagkop. Turut hadir Kasat Reskrim Iptu Idham Kholik, SH, yang memimpin langsung kegiatan bersama Kanit Pidsus Dr. Victor Fitrizal Auli, S.Psi., M.Si., serta tim gabungan dari instansi terkait.
Hasil pemantauan menunjukkan, harga beras di tingkat pedagang masih stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Beberapa jenis beras dijual dengan harga bervariasi, di antaranya beras merk Jempol Rp15.000/kg, beras biasa Rp14.000/kg, medium Rp12.900/kg, dan premium Rp14.300/kg. Stok di pasaran juga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, SH., S.IK., M.IK., melalui Kasat Reskrim Iptu Idham Kholik menyampaikan, kegiatan sidak ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga serta memastikan tidak beredar beras campuran yang merugikan konsumen.
“Alhamdulillah dari hasil pengecekan, harga masih sesuai HET, stok aman, dan tidak ditemukan beras yang diduga tercampur,” ujarnya.
Lebih lanjut, Idham menjelaskan bahwa upaya menjaga kestabilan harga juga dilakukan melalui kegiatan pasar murah yang digelar di seluruh wilayah Polsek. Program ini merupakan kerjasama antara Polres OKU Selatan, Bulog OKU Raya, dan Pemkab OKUS sebagai langkah antisipasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau.(Aan)










Komentar