Oku Selatan, Narasipublik.news – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) terus mendorong perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Wakil Bupati OKU Selatan, Misnadi, menerima audiensi jajaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Enim dan OKU Raya, Selasa (24/2/2026), guna membahas percepatan pencapaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) dengan target 41 persen pada 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKU Selatan, Darmawan, mengungkapkan bahwa capaian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan pada 2025 masih berada di bawah target 41 persen. Menurutnya, masih banyak pekerja rentan yang belum terlindungi, mulai dari nelayan, petani, hingga marbot masjid.
“Perluasan kepesertaan harus dibarengi dukungan anggaran agar perlindungan bagi pekerja rentan dapat lebih optimal,” ujarnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Enim, Mansursyah, menegaskan audiensi ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi pekerja, baik di sektor formal maupun informal.
Ia menyebut, penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci percepatan Universal Coverage Jamsostek, sehingga seluruh pekerja di OKU Selatan mendapatkan jaminan sosial yang layak dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang OKU Raya, Risky, mengapresiasi dukungan Pemkab OKU Selatan selama ini. Ia mengungkapkan, pada tahun pertama program berjalan, OKU Selatan berhasil meraih peringkat pertama se-Sumatera Selatan dalam kategori perlindungan pekerja rentan.
“Tahun 2026 ini kami menargetkan capaian 41 persen Universal Coverage Jamsostek. Untuk itu diperlukan dukungan anggaran serta pendataan yang lebih masif agar masyarakat rentan yang belum terlindungi bisa segera terakomodir,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Misnadi menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung perluasan jangkauan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Namun, ia menegaskan bahwa penambahan anggaran akan dibahas bersama bupati dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
“Sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan sinergi yang baik, kita harapkan OKU Selatan semakin maju dan masyarakatnya semakin terlindungi,” tegasnya.
Audiensi yang digelar di ruang kerja Wakil Bupati itu turut dihadiri Asisten I serta jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pertemuan ini menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi menuju perlindungan sosial ketenagakerjaan yang lebih inklusif di daerah.















Komentar