Dalam Sepekan, Dua Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik Terjadi di Muaradua PLN Akui Minimnya Sosialisasi

Berita, OKU Selatan529 Dilihat

OKU Selatan, Narasipublik.news – Dalam kurun waktu satu minggu terakhir,Dua  musibah kebakaran terjadi di wilayah Kota Muaradua, Kabupaten OKU Selatan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik sebagai penyebab utama dari peristiwa yang menghanguskan beberapa rumah warga.

Menanggapi hal ini, Manager PLN ULP Muaradua, Ucok Darmawan, mengungkapkan bahwa pihaknya kini memperketat pengawasan dan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keamanan instalasi listrik di rumah tangga.

“Saat ini total pelanggan di wilayah Muaradua mencapai 90 ribu. Dari pemeriksaan ditemukan sejumlah anomali dalam pembayaran, termasuk ketidaksesuaian antara pemakaian dan kondisi kWh. Padahal, semua pelanggan sudah memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO). Namun, setelah pemasangan awal, tak pernah dilakukan pemeriksaan ulang,” jelas Ucok, Selasa (1/7/2025).

Ucok juga menegaskan bahwa SLO dikeluarkan oleh pihak ketiga, bukan oleh PLN. Oleh karena itu, PLN tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan instalasi yang telah disertifikasi. “Kami hanya bisa mengecek nomor registrasi SLO sebelum proses penyambungan dilakukan,” tambahnya.

PLN juga mengakui masih kurang optimalnya kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan jumlah personel yang tersedia di wilayah OKU Selatan. Meski begitu, pihak PLN telah berupaya melakukan edukasi melalui berbagai cara, mulai dari sosialisasi per kecamatan hingga rencana penyuluhan lewat media sosial dan door to door.

Pelanggan diimbau untuk lebih peduli terhadap kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Idealnya, kabel instalasi diganti setiap lima tahun dan penggunaan MCB (Miniature Circuit Breaker) harus sesuai standar untuk mencegah risiko konsleting.

“Kami juga mengingatkan agar saat rumah ditinggal, pastikan listrik dalam keadaan mati dan tidak ada peralatan menyala. Ini langkah sederhana, tapi bisa menyelamatkan,” ujar Ucok.

PLN berharap dengan peningkatan kesadaran masyarakat dan kolaborasi yang lebih luas, risiko kebakaran akibat listrik dapat ditekan seminimal mungkin.(Aan)

Komentar