Dugaan Pemotongan Dana PIP, Ratusan Siswa SMKN 01 OKU Selatan Gelar Aksi Protes

Penulis : Andi Putra

Berita, OKU Selatan231 Dilihat

Oku Selatan, Narasibpublik.news — Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) mencuat di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 01 Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan. Ratusan siswa menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan sekolah, Jumat (30/1/2026), menuntut kejelasan dan pengembalian dana bantuan pendidikan tersebut.

Dalam aksi tersebut, para siswa menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta pencopotan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, pengembalian dana PIP yang diduga dipotong, serta penjelasan terbuka terkait penggunaan uang yang telah dipungut dari para penerima bantuan.

Para siswa mengungkapkan, pemotongan dana PIP dilakukan dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp50 ribu, Rp250 ribu, hingga mencapai Rp600 ribu per siswa. Dugaan pemotongan itu disebut telah berlangsung selama hampir dua tahun terakhir. Berdasarkan data sementara, sekitar 40 siswa diduga menjadi korban pemotongan dana bantuan pendidikan tersebut.

Menanggapi aksi dan tudingan yang beredar, pihak sekolah memberikan klarifikasi. Kepala SMKN 01 OKU Selatan, Sri Elyana, S.Pd., M.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sunita, S.Pd.I, menyatakan bahwa pihak sekolah tidak pernah mewajibkan pemotongan dana PIP.

Menurut Sunita, pihak sekolah hanya menyampaikan imbauan kepada siswa penerima PIP agar memberikan “tanda terima kasih” secara sukarela. Dana yang terkumpul, lanjutnya, digunakan untuk membantu siswa lain yang tidak menerima bantuan PIP.

“Jumlah siswa di SMKN 01 OKU Selatan sebanyak 507 orang, sementara penerima PIP hanya 186 siswa. Dana yang terkumpul dari siswa penerima bantuan dibagikan kembali kepada siswa yang tidak mendapatkan PIP,” jelasnya.

Namun, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan siswa. Dalam aksi itu, sejumlah siswa menegaskan bahwa mereka merasa tertekan dan mengklaim memiliki bukti adanya dugaan pemotongan serta ancaman yang dilakukan oleh oknum tertentu di lingkungan sekolah.

Para siswa tetap bersikukuh agar dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pencopotan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, pengembalian dana yang telah dipungut, serta audit transparan terkait pengelolaan dana tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, polemik dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar di SMKN 01 OKU Selatan masih menjadi perhatian publik. Para siswa berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan guna memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran serta menjaga iklim pendidikan yang adil dan kondusif.(AP)

Komentar