Pelajar Jadi Korban Begal di OKU Timur, Satu Pelaku Dibekuk Saat Timbang Gabah

Berita, Daerah357 Dilihat

OKU Timur, Narasipublik.news – Seorang siswi SMA menjadi korban begal saat perjalanan pulang sekolah di wilayah Desa Mekar Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, OKU Timur. Berkat penyelidikan cepat dari Unit Reskrim Polsek Madang Suku I, satu dari tiga pelaku berhasil diringkus.

 

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 13 Juni 2025, sekitar pukul 15.40 WIB. Korban, Anggie Luthfia Zainussaholeha (17), pelajar asal Desa Banban Rejo, dihadang oleh tiga pria tak dikenal yang mengendarai motor Yamaha Vega biru. Salah satu pelaku mengacungkan pisau sekitar 35 cm dan memaksa korban menyerahkan sepeda motornya.

 

Korban sempat berusaha mempertahankan kendaraannya, namun pelaku berhasil merampas motor Honda Beat miliknya dan melarikan diri. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp15 juta. Ayah korban, Ahmad Taufiq (49), segera melaporkan insiden tersebut ke Polsek Madang Suku I.

 

Kapolsek Madang Suku I, Iptu Dodi Mardani, SH., CPM, membenarkan laporan itu dan mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat untuk mengungkap pelaku. “Kami lakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku. Ia diketahui berada di Dusun Beringin, Desa Raman Condong. Tim segera melakukan penangkapan dan pelaku diamankan tanpa perlawanan,” ujar Iptu Dodi, Rabu (30/7/2025).

 

Pelaku yang ditangkap berinisial ZO (28), warga Desa Batumas, Kecamatan Belitang II. Ia diamankan saat sedang menimbang gabah di wilayah tersebut. Usai penangkapan, polisi melakukan penggeledahan di rumah mertuanya.

 

“Kami mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban, motor Yamaha Vega biru putih yang digunakan pelaku, helm, jaket, tas, sarung pisau, dan STNK atas nama Sumiyem,” jelas Kapolsek.

 

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan menyebut dua rekannya yang berinisial W dan A sebagai bagian dari komplotan. Keduanya kini berstatus buronan dan tengah diburu polisi.

 

“Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan kekerasan terhadap pelajar. Kami akan terus mengejar dua pelaku lainnya sampai tuntas,” tegas Iptu Dodi.

 

Polsek Madang Suku I telah melakukan berbagai langkah penyidikan, termasuk olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, dan penyitaan barang bukti. Proses hukum selanjutnya akan dilakukan bekerja sama dengan Satreskrim Polres OKU Timur dan pihak kejaksaan.

 

Di akhir keterangannya, Kapolsek mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak segan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungannya. “Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan bersama,” pungkasnya. (Aan)

Komentar