Palembang, Narasipublik.news– Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mendorong lahirnya wirausaha muda dan memperluas pasar produk unggulan daerah kembali ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., pada kegiatan Sultan Muda XporA 2026 yang digelar di Ballroom Sriwijaya Kantor OJK Wilayah Sumatera Selatan, Selasa (21/4/2026).
Dalam kegiatan yang menjadi ajang kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah daerah tersebut, Wabup Netta didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Alpian Soleh, M.M., Kepala Dinas Koperindag-UKM H. Adam Ibrahim, S.E., M.Si., Kepala Disporapar Sirajuddin, S.Sos., M.Si., Plt Kepala Dinas Perikanan Rina Kurniaty, S.E., Kabag Kesra Sashadiman Ralibi, S.Ag., M.Si., serta sejumlah perwakilan OPD lainnya.
Kegiatan Sultan Muda XporA 2026 menghadirkan berbagai agenda strategis, mulai dari peresmian ekspor produk turunan kelapa, peluncuran Sultan Muda HIPMI Card, peresmian pusat kolaborasi dan akselerasi ekonomi daerah, hingga rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan.
Kehadiran Wabup Netta menjadi bukti dukungan penuh Banyuasin terhadap pengembangan kewirausahaan dan penguatan ekonomi daerah. Terlebih, Banyuasin sebelumnya telah mencatatkan prestasi membanggakan sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang berhasil mengekspor pakan hewan peliharaan (pet food) ke Filipina.
Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, program Sultan Muda harus mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha muda yang kreatif dan berdaya saing.
“Ini saya bebankan juga ke HIPMI yang sudah menjadi anggota Sultan Muda harus menjadi pemikat bagi anak-anak muda lain, menjadi contoh yang tidak hanya dengan kalimat atau narasi saja, tetapi dengan pembuktian nyata di lapangan,” tegas Herman Deru.
Pada kesempatan tersebut juga ditampilkan keberhasilan ekspor sejumlah komoditas unggulan Sumatera Selatan, yakni 46 ton arang tempurung kelapa (coconut shell charcoal), 25 ton keripik kelapa (coconut chips), 500 kilogram lada hitam, serta 21 ton produk olahan kerupuk.
Melalui Sultan Muda XporA 2026, diharapkan ekosistem kewirausahaan di Sumatera Selatan semakin kuat, akses pembiayaan bagi pelaku usaha semakin terbuka, serta produk-produk unggulan daerah mampu menembus pasar internasional dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah.(AS)













Komentar