Geger! Santri 14 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pondok Pesantren Raudatul Qur’an, Muncul Sejumlah Kejanggalan

Penulis : Andi Putra

Berita, OKU Selatan657 Dilihat

OKU Selatan ,Narasipublik.news– Warga Kelurahan Simpang Sender digegerkan dengan penemuan seorang santri Pondok Pesantren Raudatul Qur’an berinisial LK (14) yang ditemukan meninggal dunia di area kamar mandi pondok, Jumat pagi (20/02/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Peristiwa tragis ini sontak membuat suasana pondok pesantren mencekam dan mengundang perhatian masyarakat sekitar.

Korban yang diketahui berasal dari Desa Sipatuhu II, Kecamatan Banding Agung, awalnya diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri menggunakan dasi sekolah. Namun, di balik dugaan tersebut, muncul sejumlah pertanyaan yang memicu spekulasi di tengah masyarakat.

Muncul Dugaan Kejanggalan

Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat aparat kepolisian tiba di lokasi, kondisi tempat kejadian perkara (TKP) sudah berubah. Jasad korban disebut telah diturunkan dan dipindahkan ke dalam ruangan pondok.

Tidak hanya itu, jeratan yang sebelumnya melingkar di leher korban juga telah dilepaskan oleh sesama santri sebelum proses olah TKP dilakukan. Hal ini memunculkan sejumlah tanda tanya di kalangan warga.

Beberapa pertanyaan yang menjadi sorotan di antaranya siapa yang memerintahkan menurunkan korban sebelum polisi datang, apakah prosedur penanganan sudah sesuai standar, serta apakah ada saksi yang melihat langsung detik-detik sebelum kejadian.

“Kami kaget dan tidak menyangka. Korban masih sangat muda. Harus ada penjelasan yang terang,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi.

Diketahui, pondok pesantren tersebut merupakan milik Kiai H. Ali Fuad yang juga menjabat sebagai Ketua MUI OKU Selatan. Hingga kini, motif pasti peristiwa tersebut belum diketahui.

Keluarga Tolak Autopsi

Pihak keluarga korban disebut memilih tidak melanjutkan proses hukum dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian langsung dimakamkan setelah keluarga membuat surat pernyataan menerima kejadian tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Raudlatul Qur’an, Kiai H. Ali Fuad melalui pengasuh pesantren Gus Ahmad Rifa’i membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Benar ada kejadian itu. Saat peristiwa terjadi kami langsung melapor ke Polsek, Puskesmas, dan pihak keluarga. Pihak keluarga sudah menerima dan tidak perlu dilakukan autopsi, sehingga korban langsung dimakamkan,” ujarnya, Minggu (22/02/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa keseharian korban dikenal sebagai anak yang ceria dan tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan maupun kekerasan.

“Kamis sore korban masih mengikuti kegiatan pengajian. Untuk proses evakuasi dilakukan oleh para santri lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Simpang Sender, Hipzon, S.KM membenarkan hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban meninggal dunia akibat gantung diri.

“Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Dugaan sementara murni gantung diri,” ujarnya.

Meski demikian, peristiwa meninggalnya santri berusia 14 tahun ini masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat. Sejumlah warga berharap adanya penjelasan yang lebih terbuka agar penyebab pasti kematian korban dapat diketahui secara jelas.(AP)

Komentar