OKU Selatan, Narasipublik.news — Suara tawa anak-anak kembali menggema di jalan tanah yang kini telah berubah menjadi jalan yang rapi dan terbuka lebar. Di antara terik matahari dan semilir angin desa Karang Agung, senyum-senyum merekah tak henti dari wajah-wajah warga. Bagi mereka, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 yang baru saja selesai bukan sekadar kegiatan tahunan melainkan anugerah yang mengubah hidup.
Salah satu penerima RTHL yang dibangun dalam kegiatan TMMD Edi Sopyan (50), mengungkapkan rasa syukur karena mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah, dengan mata berkaca-kaca berdiri di depan rumah barunyabarun
“Rumah saya dulu berdinding papan bolong-bolong, lantai tanah. Sekarang kokoh, bersih, hangat. Ini bukan cuma bangunan, ini rumah yang membuat saya dan keluarga bisa tidur nyenyak.” ucapnya.
Program TMMD yang digelar oleh Kodim 0403/OKU di dua desa Karang Agung dan Lubar, Kecamatan Simpang telah resmi ditutup. Namun, kegembiraan warga baru saja dimulai. Jalan penghubung antar dusun yang sebelumnya hanya berupa jalan setapak kini terbuka lebar, memudahkan warga mengakses kebun, sekolah, dan fasilitas umum.
Letkol Arh Yusuf Winarno, S.l.P., M.Han, Komandan Kodim 0403/OKU, dalam sambutannya saat penutupan TMMD mengatakan bahwa misi utama TNI bukan hanya membangun jalan atau rumah, tetapi membangun harapan. “Kami ingin kehadiran TNI memberi solusi nyata dan menghidupkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ucapnya.

Di Dusun 4, Fiter Moris tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya saat menerima bantuan pembangunan MCK. “Kalau dulu harus ke sungai atau pinjam ke rumah tetangga, sekarang sudah ada sendiri. Bisa mandi dan buang air dengan layak, itu bagi kami kemewahan yang dulu hanya bisa diangan-angankan,” katanya sembari tersenyum malu.
Hal serupa dirasakan Rio Adriansyah di Dusun 7 dan Yatim di Dusun 1, dua penerima MCK lainnya. Bagi mereka, fasilitas kecil seperti itu memiliki arti besar dalam menjaga kesehatan keluarga dan martabat sebagai manusia.
Anak-anak pun tampak riang bermain di sepanjang jalan baru yang membelah bukit dan persawahan. Mereka berlarian, seakan ikut merayakan sebuah perubahan besar yang terjadi di desa mereka. Para petani tersenyum saat melintasi jalur distribusi baru untuk hasil panen mereka. Para ibu menatap masa depan dengan lebih pasti.
“Dulu kalau hujan, jalan licin, bawa hasil panen bisa jatuh. Sekarang? Alhamdulillah, lancar,” tutur seorang ibu petani yang membawa keranjang berisi sayuran.
TMMD ke-124 bukan sekadar deretan proyek infrastruktur. Ia adalah kisah tentang harapan yang dipelihara dengan kerja sama, tentang kehangatan di tengah peluh, dan tentang negara yang hadir menyentuh rakyatnya hingga ke pelosok.
Kini, warga Desa Karang Agung dan Desa Lubar punya alasan baru untuk percaya: bahwa perubahan itu nyata dan bahwa mereka tidak sendiri.










Komentar