Program MBG Dikeluhkan, Siswa MAN 1 OKU Selatan Temukan Sayur Diduga Basi

Berita, OKU Selatan575 Dilihat

OKU Selatan, Narasipublik.news – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Sejumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 OKU Selatan mengeluhkan kualitas makanan yang disajikan pada Senin, 6 Oktober 2025. Keluhan muncul setelah mereka menerima hidangan sayur yang diduga sudah basi dan berbau tidak sedap.

Keluhan serupa juga datang dari beberapa sekolah lain penerima MBG di wilayah yang sama, mulai dari PAUD, SD hingga SMP yang mendapat pasokan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua.

Salah satu siswa MAN 1 OKU Selatan, Muhammad Zainal Alfazri, mengungkapkan bahwa makanan memang dibagikan seperti biasa. Namun saat dibuka, aroma sayur sudah berubah dan terasa asam.

“Sayurnya asam dan baunya kurang enak, jadi banyak teman yang memilih tidak makan,” ujar Zainal. Senin (06/10/2025).

Zainal juga menambahkan, karena rasanya yang tidak sedap, sebagian besar siswa akhirnya membuang sayur tersebut dan hanya memakan lauknya saja.

“Banyak teman yang langsung buang sayurnya, cuma makan lauknya saja karena sudah nggak sanggup mencium baunya,” ungkapnya.

Ia pun berharap agar ke depannya pihak dapur MBG dapat mengecek terlebih dahulu kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Kami berharap ke depan pihak dapur bisa lebih teliti dan selalu mengecek dulu sayur sebelum dibagikan, supaya tidak ada lagi makanan yang terasa asam atau basi,” tambahnya.

Seorang guru di MAN 1 OKU Selatan turut menyampaikan harapan agar menu yang disediakan bisa lebih bervariasi dan menarik selera makan siswa.

“Kami berharap menu yang disediakan lebih bervariasi dan menarik minat siswa, terutama untuk menu sayur,” ujar salah satu guru.

Menanggapi hal ini, pihak Dapur MBG Desa Pelangki mengaku telah menerima laporan dari pihak sekolah. Namun, mereka membantah tudingan bahwa sayur yang disajikan dalam keadaan basi.

“Kami sudah menerima laporan dari sekolah. Terkait menu sayur yang dikatakan basi, sebenarnya tidak basi, hanya rasanya saja sedikit asam,” jelas salah satu perwakilan dapur MBG Desa Pelangki.

Meski demikian, pihak dapur MBG menyatakan akan melakukan evaluasi dan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi pelaksana Program MBG, mengingat tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan asupan gizi pelajar serta menekan angka stunting di Kabupaten OKU Selatan.(Aan)

Komentar