Satu Tahun Abusama–Misnadi, Dorong Pemerataan Infrastruktur Berkelanjutan di OKU Selatan

Penulis : Andi Putra

Berita, OKU Selatan158 Dilihat

Oku Selatan, Narasipublik.news– Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Abusama bersama Wakil Bupati H. Misnadi, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) terus menegaskan komitmennya dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan.

Fokus pembangunan tidak hanya menyasar infrastruktur jalan, tetapi juga sektor kesehatan dan pendidikan. Pemerintah daerah menilai infrastruktur merupakan kebutuhan fundamental masyarakat, baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun memperkuat pergerakan roda perekonomian.

“Infrastruktur ini bukan sekadar jalan penghubung antarwilayah, tetapi menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang terus kita upayakan pemenuhannya,” ujar Abusama.

Dalam kurun waktu satu tahun, pemerintah daerah telah mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan, pembangunan drainase, hingga penguatan struktur jalan di sejumlah titik prioritas.

Meski demikian, Abusama mengakui kondisi keuangan daerah saat ini membuat realisasi pembangunan belum sepenuhnya optimal. Ia menegaskan seluruh program dilakukan secara bertahap dan transparan kepada masyarakat.

“Kami selalu sampaikan kondisi riil keuangan daerah dalam setiap pertemuan. Semua dilakukan bertahap,” katanya.

Upaya “jemput bola” juga dilakukan dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta kementerian terkait guna memperkuat dukungan anggaran. Hasilnya, sejumlah bantuan berhasil dikucurkan untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor.

Sepanjang 2025, pemerintah daerah merealisasikan pembangunan dan rehabilitasi sejumlah ruas jalan strategis yang menghubungkan pusat ekonomi, kawasan pendidikan, serta fasilitas layanan kesehatan. Beberapa di antaranya meliputi Ruas Jalan Simpang Aji–Simpang Lubuk Dalam, Ruas Jalan Kota Batu Heni Arong, Trans Lubar–Karang Agung, serta Jembatan Tipe B Komering IV (Simpang).

Peningkatan kualitas jalan ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain infrastruktur jalan, revitalisasi sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi prioritas. Di bidang pendidikan, pemerintah membangun ruang kelas baru, merehabilitasi gedung sekolah, serta melengkapi sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar. Peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga pendidik melalui pelatihan dan penguatan sistem pembelajaran berbasis teknologi juga terus dilakukan.

Sementara di sektor kesehatan, pemerintah memperkuat layanan melalui pembangunan dan renovasi puskesmas, peningkatan peralatan medis, serta penambahan tenaga kesehatan.

Anggaran miliaran rupiah juga berhasil diperoleh untuk pengembangan RSUD Muaradua, baik untuk pembangunan gedung maupun fasilitas penunjang. Langkah ini ditujukan agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, merata, dan berkualitas hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Abusama pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang wilayahnya belum tersentuh pembangunan secara optimal. Ia berharap kondisi fiskal daerah membaik pada 2027 setelah masa efisiensi anggaran 2026.

“Kita berharap kondisi keuangan ke depan semakin baik, sehingga berbagai program pembangunan bisa direalisasikan lebih maksimal,” ujarnya.

Pemerintah daerah menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang demi masa depan OKU Selatan. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, pembangunan inklusif dan berkelanjutan diyakini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Komentar