Palembang, Narasipublik.news – Proses seleksi calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Sumatera Selatan terus bergulir. Memasuki tahap penting, para peserta kini menjalani tes Computer Assisted Test (CAT) Psikologi Tahap I yang digelar di SMK Negeri 2 Palembang, Sabtu (25/4/2026).
Sejak pagi, ratusan peserta mengikuti rangkaian seleksi yang berlangsung ketat dan terstruktur. Proses ini menegaskan komitmen panitia dalam menerapkan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.
Pengawasan dilakukan berlapis, melibatkan unsur internal seperti Itwasda dan Propam, serta pihak eksternal dari organisasi masyarakat Laskar Merah Putih Sumatera Selatan. Kehadiran pengawas eksternal ini menjadi bagian penting untuk memastikan seleksi berjalan bersih dan bebas dari praktik kecurangan.
Tahapan tes dimulai dari registrasi dan apel peserta, dilanjutkan arahan panitia pusat melalui Zoom Meeting serta pembacaan tata tertib. Panitia daerah kemudian memberikan penjelasan teknis sebelum peserta menerima arahan langsung dari tim pemeriksaan psikologi.
Sebelum memasuki ruang ujian, peserta menjalani pemeriksaan ketat guna memastikan tidak membawa alat yang berpotensi digunakan untuk berbuat curang. Setelah itu, peserta mengerjakan soal psikologi berbasis CAT, dengan hasil nilai yang langsung muncul secara real-time di layar komputer masing-masing. Nilai tersebut kemudian ditandatangani sebagai bentuk validasi.
Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi harus menjunjung tinggi integritas dan prinsip meritokrasi sebagai bagian dari transformasi Polri yang Presisi.
Sementara itu, AKP Eka Mawarti selaku Ps. Kasubbag Psipol Bag Psi Biro SDM Polda Sumsel menjelaskan bahwa sistem CAT memberikan jaminan objektivitas dalam penilaian.
“Tes psikologi ini dirancang untuk mengukur potensi dan karakter peserta secara objektif. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama, dan hasilnya murni berdasarkan kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Senada, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa transparansi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Tidak ada jalan pintas dalam seleksi penerimaan Taruna Akpol. Yang lulus adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria kemampuan dan integritas,” tegasnya.
Melalui seleksi yang profesional dan terbuka ini, Polda Sumsel berkomitmen mencetak calon perwira Polri yang unggul, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan.(Red)
















Komentar